Suaraindo.com – Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Mengungkapkan Bahwa Jaringan Pengepul Judi Online Kerap Memanfaatkan Rekening Milik Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Termasuk Para Petani. Mereka Dipaksa Membuka Bank Rekening Yang Kemudian Digunakan untuk Transaksi Perjudian.
“Kamimukan Banyak KTP Yang Dibeli Dari Saudara-Saudara Kita Di Desa, Dari Petani, Lalu Mereka Dipaksa Membuka Rekening.
Pernyataan Ini Disampaikan Ivan Saats Bertemu Delan Pejabat Tinggi Mabes Polri Pada Pekan Lalu. Ia Mengaku prihatin karena dana yang semestinya Digunakan untuk kebutuhan mempok seperti pendidikan anak, malah digunakan untuk aktivitas ilegal.
“Uang Itu Seharusnya Dipakai Membiayai Sekolah Anak-Anak. Tapi Kami Justru Temukan Digunakan untuk Judi. Ini Sangan Sangan Menyedihkan,” Ujarnya.
Ivan Menegaskan Bahwa Persoalan Judi Online Tak Bisa Dipang SEBAGAI MASALAH SEDERHANA. IA Menankan Bahwa Dampaknya Sangat Kompleks, Dari Kehancuran Rahat Tangga, Kekerasan Dalam Keluarga, Hingga Tindak Kriminal Seperti Pencurian Dan Perdagangan Manusia.
“Kami Temukan Ada Anak Dijual Oleh Orang Tuanya Karena Judi. Ada Suami Pukuli Istri Karena Dilarang Judi. Ini Bikan Sekadar Soal Permaita, Tapi Tentang Menyelamatkan Masa Depan,” Tutur Ivan.
SEJAUH INI, PPATK TELAH MEMBEKUKAN LEBIH DARI 5.000 REKENING Yang TERLIBAT DALAM AKTIVITAS JUDI ONLINE, DENGAN NILAI TRANSAKSI MENCAPAI RP600 Miliar. Langkah ini merupakan bagian Dari upaya besar untuk menekan dampak sosial akaat gigli digital.
“Ini Bukan Hanya Penegakan Hukum, TAPI MISI PENYELAMATAN MASYARAKAT DARI BAHAYA PINJOL, NARKOBA, PROSTITUSI, HINGGA Keretakan RUMAH TANGGA,” Kata Ivan.
IA Menambahkan, Kecandu Terhadap Judi Online Seringkali Mendorong Pelaku Terlibat Dalam Berbagai Tindak Kejahatan Demi Memiayai Kebiasaan Terebut.
Ivan Juta Menegaska Pentingnya Kerja Sama Lintas Lembaga, Termasuk Aparat Hukum, Lembaga Keuana, Dan Masyarakat Sipil Untkiptakan Sistem Keuangan Yang Bileg.
Program Gerakan Nasional Anti-Pencucian Uang Dan Pendanaan Terorisme (Gernas Apu/Ppt) Disebutnya Sebagai Instrumen Pusing Dalam Menutup Ruang Gerak Pelaku Kejahatan Finansial Dan Memperuat Integritas Sebak Keuan Nasion.
(tagstotranslate) berita utama