Suaraindo.com – Pemerintah Indonesia Terus Menunjukkan Komitmenny Dalam Membangun Fondasi Pertanahan Yang Lebih Modern, Transparan, Dan Adil. Program Melalui DigitalSi Sertifikat Tanah, Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Peranahan Nasional (ATR/BPN) Menargetkan 124 Juta Bidang Tanah Di Seluruh Indonesia Akan Terkonversi Ke Dalam Sertifikukal Sertifikat.
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menjelaskan bahwa digitalisasi ini bukan sekadar transformasi administratif, tetapi sebuah lompatan strategis menuju perlindungan hak kepemilikan, peningkatan efisiensi layanan publik, serta percepatan tercapainya keadilan sosial di sektor pertanahan.
“Ini bukan sekadar ubah format dari kertas ke digital. Ini tentang bagaimana negara hadir dengan lebih tanggap, lebih aman, dan lebih adil dalam mengurus tanah rakyatnya,” ujar Nusron usai menyampaikan khutbah di Masjid KH Hasyim Asy’ari, Jakarta (31/3/2025).
Menurut Nusron, Sertifikat Digital Anggota BANYAK KEUNGGULAN, Mulai Dari Perlindungan Terhadap Bencana Alam Seperti Banjir Dan Gempa, Pencegahan Pemalsuan, Hingga Meminimalisir Praktik Mafia Tanah Yah Kerap Bermain Dimain Diah Diah.
“Kalau Sertifikat Fisik Bisa Hurn Atau Rusak, Maka Digital Tetap Aman. Bahkan Kalau Terjadi Banjir, Dokumen Digital Tetap Diakses,” Tegasnya.
IA JUGA MIANGGAPI KEKHAWATIRAN SEJUMLAH MASYARAKAT MENGENAI POTENSI KEBOCORAN Data. Nusron Meyakink Bahwa Sistem Pertanahan Digital Telah Dilengkapi Firewall Dan Sistem Keamanan Berlapis Yang Tahan Terhadap Serangan Siber. IA Menyebut Ketakutan Akan Penyalahgunaan Data Justru kerap datal Dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh sistem lama yang tidak transparan.
“Justru Yang MenoloK Itu Biasanya Adalah Mereka Yang Enggan Berubah, Yang Nyaman Delangan Sistem Lama Karena Muda DiManipulasi. TAPI INI ERA Digital, Harusnya Kita Sambut Gangan Semangat Pembaruan,” Ucapa Nusron.
Lebih Dari Itu, Program Digitalisasi Pertanahan ini jagA menjadi Pintu Masuk Bagi Pemerataan Kepemilikan Tanah. Pemerintah Kini Menata Ulang Sistem Hak Guna Usaaha (HGU) Dan Hak Guna Bangunan (HGB) Delang Prinsip Keadilan, Serta Membuka Aksses Seluas-Luasnya Bagi Umkm Dan Masilarakat Kecil.
“Keadilan Sosial Itu Nyata, Salah Satunya DGAN HENGAMIN BAHWA PETANI KECIL, PELAKU UMKM, DAN WARGA YANG SELAMA INI TAK BERSUARA Panya Tempat Yang Setara Dias Tanahnya Sendiri,” Ujar Nusron.
Selain anggota ruang lebih besar BAGI rakyat, Kementerian ATR/BPN JUGA MEMPERKETAT Pengawasan Terhadap Mafia Tanah. Hingga Kini, Sebanyak 16 Oknum asn telah dicopot, Dan dua di Antaranya Denai Pemiskinan Melalui Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Di Tengah Suasana Ramadan Dan Menjelang Idulfitri, Nusron Berharap Semangat Pembaruan Ini Bisa Menjadi Inspirasi Bagi Seluruh Pemangan Kepentingan, Termasuk Masyarakat, Unkegera Melakan Transformasi Sertifikat Kaerah Kegerka Keyah KaeHikat Kegerka.
“Transformasi ini Tidak Memaksa. TAPI Kami Imbau masyarakat tidak menunda. Karena ini Bagian Dari Hak – Dan Perlindungan – Atas Tanah Yang Mereka Miliki,” Pungasnya.
DENGAN VISI YANG PROGRESIF DAN LANGKAH YANG TERUKUR, Digitalisasi Sertifikat Tanah Menjadi Bukti Nyata Bahwa Indonesia Terus Bergerak Maju – Bukan Hanya Dalam Baja Kebabologis, TAPI JUGA DALAM MEMBANGUNIAN KEAGI KEAGI KEAKI KEAGI TAPNI KEAGI KEAGI KEAGI KEAGI KEAGI KEAGI KEAGI KEAGI KEAGI KEAGI KEAGI KEAGI KEAGI KEAKI KEAKI KEAKI KEAKI KEAKI KEAKI KEAKI KEAKI KEAKI KEAKI DALAM Kecil.
(tagstotranslate) berita utama