Suaraindo.com – Pemerintah Terus Memperuat Langkah Transisi Energi Menuju Kemandirian Nasional. Salah Satu Buktinya Adalah Peresmian Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Gunung Tiga, Lampung, Berkapasitas 55 Megawatt (MW), Yang Diresmikan Langsung Oolehi Presiden Prabow.
Dalam Peresmian Yang BuGA Mencakup Peluncuran Proyek Energi Baru Dan Terbarukan (EBT) Di 15 Provinsi Serta Peningkatan Produksi Minyak 30 Ribu Barel per Hari di Blok Cepu, Presiden DALAMAN PENTINGYA PENGIULIA PENGIANA PENGIANYA PENGIULIAN SUBERIAAN DABERAAN DABERAMI DABERAMI DAGERAMI DAWERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI SUBERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMI DABERAMIA
“Energi Adalah Fondasi Penting Bagi Kedaulatan Bangsa. Indonesia Dibergiahi Sumber Energi Terbarukan Yang Besar, Dan Ini Adalah Bukti Bahwa Kita Mampu Berdiri Di Atas Kaki Sendiri,” Tegas Prabowo, Jumat (27) (27).
Prabowo Menyebut Proyek Ini Sebagai Langkah Konkret Menuju Swasembada Energi. Ia Meyakini Kehadiran Pembangkit Geothermal Seperti Ulubelu Menjadi Penanda Bahwa Indonesia Serius Dalam Mengejar Target Energi Yang Efisien, Ekonomis, Dan Berkelanjutan.
Direktur Utama Pt Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, Komitmen Menyatakan Perturahaan Sebagai Tulan Punggung Transisi Energional. IA Menankan Bahwa Peothermal Menjadi Fokus Utama Pengembangan Energi Bersih Pertamina Ke Depan.
“Pertamina Akan Terus Memaksimalkan Potensi Geothermal Nasional Unkukung Ketahanan Energi Jangki Panjang,” Jelasnya.
Sementara Itu, VP Corporate Communication Pertamina, fadjar Djoko Santoso, Memaparkan Bahwa Pertamina Saat Ini Mengelola Kapasitas Peothermal Terbesar Di Indonesia, Yakni SeBesar 1.877,5 MW, Total PRODGAN MECSI MENSIKAI.
PLTP Ulubelu Gunung Tiga, Yang Berada Di Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Waypanas, Lampung, Akan Menambah Kapasitas Sebesar 55 MW. Proyek ini buta Menyerap 249 Tenaga Kerja, Mayoritas Dari Masyarakat Lokal, Dan Mengalokasikan Investasi Sebesar USD 36,62 Juta.
PEKERJAAN INFRASTRUKTUR PROYEK TELAH DIMLAK Sejak April 2025, Dan PENGORAN SUMUR EKSPLORASI DIJADWalkan BerlatUMN AGUSTUS 2025. Pertamina Berharak Proyek ini sel diesaa.
Turut Hadir Dalam Peresmian Tersebut Menteri Esdm Bahlil Lahadalia, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan, Dan Jajaran Direkssi Pertamina.
(tagstotranslate) berita utama